Kapolsek Pule Iptu Suraji, SH, MH Dalam Kegiatan Pembukaan Kegiatan Pertikara di Polres Trenggalek

104 views

Polres Trenggalek – Kapolsek Pule Iptu Suraji, SH, MH dalam kegiatan upacara pembukaan kegiatan Pertikara ( Perkemahan Bhakti Saka Bhayangkara) di halaman Mako Polres Trenggalek, Sabtu (18/11). Dengan memakai seragam pramuka lengkap para kapolsek Jajaran mengikuti Kegiatan yang di buka hari ini di tribun Polres Trenggalek. Mengenai jadwal pelaksanaan kegiatan Pertikara berakhir besok hari Minggu menurut informasi dari Kanit Binmas Polsek Pule Polres Trenggalek Aiptu Santoso, SH.

 

” Saya mengucapkan terimakasih atas dukungan semua pihak dari Polsek Pule Polres Trenggalek dan stake holder yang berperan dalam pelaksanaan kegiatan pertikara, harapanya semoga mereka yang mengikuti kegiatan Pertikara diberikan kelancaran sampai selesai. Dan kembali ke wilayah Polsek Pule Polres Trenggalek dalam keadaan aman dan selamat, ” Kata Kapolsek Pule Polres Trenggalek Iptu Suraji, SH, MH saat dikonfirmasi setelah kegiatan pembukaan Pertikara.

 

Berbicara pada kegiatan Pertikara, tidak lepas dari sejarah kepanduan dunia. Berbicara menganai Gerakan Pramuka, maka tidak terlepas dari pendiri gerakan kepanduan dunia yaitu Lord Baden Powell, beliau dilahirkan di London Inggris pada tanggal 22 Pebruari 1857, nama lengkapnya adalah Robert Stephenson Smyth Baden-Powell.

 

Ayah dari Baden powell adalah prof Domine Baden-Powell seorang guru besar geometri di Universitas Oxford Inggirs. Sedangkan Ibunya bernama Henrietta Grace Smyth, seorang puteri dari admiral kerajaan Inggris yang terkenal yaitu William T. Smyth.  Dimasa mudanya ia adalah anak yang cerdas, kreatif, berbudi luhur.

 

Pada usia 3 tahun Baden powell telah menjadi anak yatim. Saat sekolah karena kecerdasannya ia mendapat beasiswa daari sekolah. Ia juga aktif mengikuti kegiatan teater, melukis, menmbak, marching band, serta olahraga.

 

Baden Powell akhirnya bergabung dengan dinas kemeliteran, kemudian setelah lulus dari akademi meliter Baden Powell ditempatkan di India dengan pangkan pembantu letnan. Pengalaman inilah yang nantinya  akan banyak mempengaruhi perkembangan berdirinya gerakan kepanduan di Inggris. Akhirnya Baden Powell bertugas di Mafeking sebuah kota di perdalaman Afrika Selatan.

 

Kota inilah yang membuat nama Baden Powell terkenal dan dianggap pahlawan bagi bangsanya karena jasa-jasanya memimpin pertahanan di kota Mafefing terhadap pengepungan bangsa Boer selama 217 hari (dari tanggal 13 Oktober 1899 s.d 18 Mei 1900), karena jasanya ia diangkat menjadi Mayor Jendral.  Di kot ini Baden Powell sempat dijuluki oleh suku-ssuku primitif sperti suku zulu, Ashanti atau Metabele sebagai IMPEESA yang artinya srigala yang tidak pernah tidur, hal ini disebabkan karena kewaspadan, kecekatan, dan kebaranian Baden Powell.

 

 

Pada tahun 1908 Baden Powell menulis buku Scouting for boys, sebuah karya yang spektakuler. Buku inilah  yang mengakibatkan perkembangan Pramuka menjadi besar. Buku ini menyebar ke seluruh dataran Eropa.
Setelah berkeliling dunia termasuk Jakarta  pada tanggal 3 Desember 1934, sepulangnya meninjau Jambore di Australia Baden Powell beserta istrinya Lady Baden Powell menghabiskan masa-masa akhirnya tinggal di Inggris dan akhirnya beliau meninggal dunia pada tanggal 8 Januari 1941

Posting Terkait