KSPKT Aiptu Joko Nurhadi Dalam Pesan Dialogis Kepada Warga

133 views

Polres Trenggalek – Salah satu bentuk adanya penyakit masyarakat adanya jenis permainan di mana pemain bertaruh untuk memilih satu pilihan di antara beberapa pilihan di mana hanya satu pilihan saja yang benar dan menjadi pemenang. Pemain yang kalah taruhan akan memberikan taruhannya kepada si pemenang. Peraturan dan jumlah taruhan ditentukan sebelum pertandingan dimulai. Salah satu ucapan KSPKT Aiptu Joko Nurhadi dalam memberikan penjelasan adanya praktek yang bisa dinamakan perjudian saat dialogis kerumah Kusnan, desa Kembangan kecamatan Pule, Selasa ( 16/01 ), dalam kegiatanya yang didampingi Kanit Provos Aiptu Imam Mansur.

 

Undian dapat dipandang sebagai perjudian di mana aturan mainnya adalah dengan cara menentukan suatu keputusan dengan pemilihan acak . Undian biasanya diadakan untuk menentukan pemenang suatu hadiah, yang semuanya apabila dilihat secara hukum pidana yang mengandalkan salah satu keberuntungan pemain atau peserta undian bisa dikatakan perjudian. Menurut yang disampaikan KSPKT Polsek Pule Polres Trenggalek Aiptu Joko Nurhadi, dalam pesan dan penjelasan kepada warga.

 

Salah satu syarat untuk hidup sejahtera dalam masyarakat adalah tunduk kepada tata tertib atas peraturan di masyarakat atau negara, kalau tata tertib yang berlaku dalam masyarakat itu lemah dan berkurang maka kesejateraan dalam masyarakat yang bersangkutan akan mundur dan mungkin kacau sama sekali.

 

Dalam perjudian sendiri sudah adanya ketentuan hukum yang melarangnya dalam aturan hukum pidana, dikatakan perjudian masuk dalam hukum pidana karena bagian daripada keseluruhan hukum yang berlaku di suatu negara, karena di samping hukum pidana itu masih ada hukum-hukum yang lain misalnya hukum perdata, hukum tata negara, hukum islam, hukum tata pemerintahan dan sebagainya.

 

 

” Berbicara masalah hukum pidana tidak lepas kaitannya dengan subjek yang dibicarakan oleh hukum pidana itu. Adapun yang menjadi subjek dari hukum pidana itu adalah manusia selaku anggota masyarakat. Manusia selaku subjek hukum yang pendukung hak dan kewajiban di dalam menjalankan aktivitas yang berhubungan dengan masyarakat tidak jarang menyimpang dari norma yang ada. Adapun penyimpangan itu berupa tingkah laku yang dapat digolongkan dalam pelanggaran dan kejahatan yang sebetulnya dapat membahayakan keselamatan diri sendiri, masyarakat menjadi resah, aktivitas hubungannya menjadi terganggu, yang menyebabkan didalam masyarakat tersebut sudah tidak terdapat lagi ketertiban dan ketentraman seperti tindakan perjudian, ” Jelas Aiptu Joko Nurhadi.

 

Posting Terkait