Jadi Narasumber DP MUI, Kasat Binmas Polres Trenggalek Bahas Narkoba dan Radikalisme

94 views

Polres Trenggalek – Berangkat dari informasi seperti yang dikutip dari media massa, peredaran narkoba merasuk ke semua sektor kehidupan (usia, profesi, suku, agama, jenis kelamin). Kebanyakan lulusan SMU (20-30 th). Semula mereka diajak, merasakan dan akhirnya kecanduan. Rata-rata 50 orang meninggal tiap hari karena narkoba (sekitar 12.044 orang per tahun).

“Dampaknya, narkoba mengacaukan kehidupan, merusak kepribadian, dan tanggung jawab sosial serta masa depan para penggunanya. Para pengguna mengalami rusak badan dan mentalnya serta hidup mereka makin buruk”, terangnya.

Dalam paparannya, menjelaskan selain masalah bahaya narkoba, juga membahas makin maraknya fenomena radikalisme. Belakangan ini perkembangan pergerakan radikalisme dan terorisme di Indonesia sangatlah pesat. Faktor yang bisa menimbulkan radikalisme yaitu emosi keagamaan atau solidaritas keagamaan dan berbahaya bila melekat pada orang yang pengetahuan agamanya minim. Radikalisme bisa melibatkan semua agama, namun selama ini yang dikenal sebagai radikal adalah umat Islam.

Waspadai setiap ada ajaran dan ajakan yang mencurigakan seperti, berjihad, janji-janji kehidupaan yang lebih baik, ajakan yang mengharuskan menggunakan cadar. Cara merekrut anggota mendekati kelompok atau organisasi yang se-aliran dan ekonomi pas-pasan, mencari orang dikampung yang militan dan mengisahkan perjuangan dan mengiming – imingi jihad.

“Kami mengharapkan adanya kebersamaan semua elemen masyarakat khususnya para generasi muda dan tokoh agama untuk bersatu menolak kehadiran kelompok radikal. Apabila melihat mendengar dan mendapatkan informasi terkait dengan kelompok radikal dan simpatisannya, maka segera laporkan ke aparat keamanan”, pesannya.

Itulah yang disampaikan Kasat Binmas Polres Trenggalek AKP Suyono,S.H.,M.Hum., saat menjadi narasumber kegiatan DP MUI Kabupaten Trenggalek dengan mengisi pembinaan remaja masalah bahaya narkoba dan radikalisime bertempat di gedung Bawarasa Pendopo Kabupaten Trenggalek diikuti peserta dari perwakilan tingkat SMU/MA dan perwakilan dari organisasi kepemudaan (IPNU, IPPNU, Banser, GP Ansor, Fatayat) sejumlah sekitar 100 orang. Rabu, (01/11).

“Perlu diadakan pembinaan yang baik melalui sosialisi untuk mengantisipasi masuknya penyalahgunaan narkoba dan paham radikalisme. Banyak penduduk Indonesia yang berusia muda dan bila tidak dilakukkan pembinaan yang positif bisa membahayakan”, Ujar kasat Binmas saat di konfirmasi setelah kegiatan sebagai narasumber.

Kasat Binmas AKP Suyono menyatakan pihaknya dimintai sebagai narasumber oleh DP MUI Kabupaten Trenggalek untuk mensosialisasikan bagaimana mencegah bahaya narkoba selain itu pihaknya sekaligus juga melakukan pembinaan tentang bahaya paham radikalisme kepada para peserta.

Sementara itu Ketua MUI Kabupaten Trenggalek K.H. M. Yusak A.S.,pihaknya berharap melalui kegiatan pembinaan remaja masalah narkoba dan radikalisme yang di selenggerakannya itu ke depan angka kriminalitas, narkoba dan paham radikalisme serta terorisme di Kabupaten Trenggalek dapat dicegah sedini mungkin, yang dimulai dari kalangan remaja.

“Melalui kegiatan ini diharapkan para remaja lebih memiliki rasa cinta Tanah Air dan bela negara. Kemudian juga menolak segala bentuk bahaya narkoba serta paham-paham radikalisme dan terorisme”, ucap KH. M. Yusak. (dev).

Posting Terkait