Nekat Bisnis Pil Koplo, Seorang Ibu Rumah Tangga Diamankan Petugas

78 views

Polres Trenggalek –  Keberadaan Pil Dobel L atau yang kerap disebut pil koplo masih menjadi momok di berbagai kota di Indonesia. Tak terkecuali kota kecil seperti Trenggalek. Harganya yang relatif murah patut diduga sebagai faktor utama penyebaran Pil setan ini.

Hal tersebut terbukti dengan tertangkapnya seorang ibu rumah tangga asal Watulimo Trenggalek oleh unit Opsnal Satreskoba Polres Trenggalek. Wanita berinisial SD ini tertangkap tangan memiliki pil dobel L dirumahnya.

Penangkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat yang menyebutkan bahwa rumah pelaku sering di jadikan tempat transaksi pil dobel L. Mendapat laporan tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan dengan menyanggong rumah pelaku.

Saat di konfirmasi, Waka Polres Trenggalek Kompol Andy Febrianto Ali, SE membenarkan penangkapan tersebut.

“Jadi petugas mengetahui ada 2 orang wanita yang mendatangi rumah pelaku, selanjutnya petugas membuntuti dan melakukan pemeriksaan dipinggir jalan masuk Desa Senden Kecamatan Kampak Trenggalek,” Ujar Kompol Andi saat press release di Mapolres Trenggalek, Selasa (21/11).

Masih kata Kompol Andi, usai melakukan penggeledahan petuga menemukan barang bukti berupa pil dobel L yang dibeli dari SD. Tak menunggu lama, petugaspun berhasil menangkap SD dirumahnya.

Dari tangan pelaku, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa 99 butir pil dobel L, uang tunai 95 ribu rupiah dan 1 buah Handphone.

“Atas kejadian tersebut pelaku dan barang buktinya sudah diamankan di Mapolres Trenggalek guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Selanjutnya pelaku masih akan menjalani pendidikan pihak kepolisian” imbuhnya.

Berdasarkan pengakuan SD, dirinya menjual pil dobel L tersebut kepada remaja wanita diwilayah Trenggalek dan baru 1 bulan menjalankan bisnisnya tersebut.

“Terhadap SD akan dikenakan pasal 197 Jo pasal 106 subs pasal 196 Jo pasal 98 Undang-Undang RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda 1 milyar rupiah.

Posting Terkait